Mungkin Anda
mengatakan saya ngaco! Tetapi itulah
kenyataannya. Siswa yang mendaftar dan mengikuti ujian memang banyak tetapi
saingan Anda sebenarnya sedikit. Jadi masuk PKN STAN memang
gampang?!. Kenapa sedikit? Sebagian besar dari mereka hanya ‘penggembira’.
Mereka mendaftar bukan untuk menang, tetapi mendaftar untuk mengadu nasib. Mindset atau pola pikirnya
sebagai penggembira (pecundang)
seperti ini: “kalo diterima ya syukur, kalo
tidak diterima ya tidak apa-apa”. Jadi untuk diterima di PKN STAN Anda harus punya pola pikir dan tindakan sebagai pemenang.
Tahukah Anda
bahwa di dunia ini manusia yang punya pola pikir pemenang hanya 5% sedangkan
95% punya pola pikir sebagai pecundang? Jadi jangan heran orang yang sangat
sukses hanya sedikit. Apa bedanya pola pikir pemenang dan pecundang?
- Pola pikir pemenang: Saya harus diterima (ciri-cirinya mereka akan melakukan apapun yang diperlukan supaya bisa diterima. Termasuk belajar sungguh, latihan soal, ikut bimbel, dll)
- Pola pikir pecundang: Saya berharap
diterima (ciri-cirinya mereka hanya mau melakukan yang disukai saja. Seperti
belajar seperlunya saja, kalau tidak bisa dilewati saja, tidak mau belajar
keras)
Setiap tahun
lebih dari seratus ribu siswa lulusan SMA/MA/SMK yang bersaing mendapatkan satu
kursi yang disiapkan PKN STAN. Jumlah yang diterima setiap tahun
berubah. Dari semua siswa yang LULUS diterima pada SPMB PKN STAN
mempunyai pola yang sama.
- Mempunyai keinginan (impian) yang kuat diterima di PKN STAN
- Memahami strartegi dan berlatih keras mengerjakan soal-soal USM PKN STAN sampai
bisa
- Pandai mengatur waktu
- Mempunyai mentor yang bisa diajak diskusi
Kita semua diciptakan sempurna.
Alloh memberikan kepada sumber daya relatif sama dengan kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Hanya mau nggak kita berbuat lebih untuk
memaksimalkan potensi kelebihan dan meminimalkan kekurangan kita menjadi
keunggulan.
| Masterprima bersama Alumni PKN STAN |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar